Love Actually

Dari sejak hampir dua puluh tujuh tahun saya hidup, nyaris hampir empat belas tahun terakhir selalu ada jejak menulis yang saya buat. Ya, tentu saja tak pernah selesai karena alasan yang itu-itu saja. Kalau bukan karena tulisan terlalu memalukan untuk dilanjutkan, ya biasanya writer’s block.

Terlepas dari gaya bahasa saya yang sangat amatiran, saya tetap saja menaruh minat untuk hobi yang satu ini. Secara spesifik, saya sangat menikmati menulis cerita fiksi, khususnya romance. Inginnya sih packagingnya sesuai umur, tapi apa daya setiap dibaca, pasti harus berbesar hati bahwa gaya menulis saya mungkin setara dan cocok untuk usia remaja. Namanya juga bukan profesional. Jadi, saya mencoba berbesar hati. Mungkin saya hanya butuh waktu untuk terus menulis dan belajar dan banyak membaca agar semakin lama terus ada peningkatan dalam kualitas penulisan saya. Pun, juga semakin mengasah otak saya untuk menulis cerita yang menarik.

Dan sebuah pencapaian adalah untuk pertama kalinya sejak empat belas tahun saya menulis fiksi terutama, akhirnya ada satu cerita yang berhasil saya selesaikan. Cerita fiksi yang masih tentang cinta. Iya, topik yang selalu sama karena selain memang itu yang paling mudah untuk saya tulis juga itu satu-satunya topik yang nggak akan ada habisnya untuk dibahas.

Dan bagi saya,

Tidak akan seorang pun yang bisa menghargai karya atau apa yang saya tulis, jika saya tak lebih dulu menghargainya

Continue reading “Love Actually”

Refleksi

Bulan apa sih ini?

Terakhir posting kapan sih?

Rasanya terakhir kali posting ziih (zih banget nih?) sudah bertekad untuk rutin tapi ya gitu deh… bukan cuma koran yang punya, saya pun juga punya wacana. Wacana doang.

Beda waktu, beda tren, beda hobi.

Semua dicobain. Sebut deh apa yang belum pernah saya coba. Hiperbola sih.  Cuma ingin memberi gambaran kalau saya orang suka suka mencoba. Mulai dari musik, bahasa, menjahit, olahraga segala rupa, baik itu fitness, yoga, muay thai, renang, tenis, basket, jogging apa punlah. Semua dijabanin.

Tapi ada satu hobi yang dari dulu sejak SMP hilang timbul tapi anehnya ya pasti selalu muncul. Ya menulis.

Nggak pernah bilang jago sih. Namanya juga hobi. Tapi di setiap musiman muncul hobi baru pasti secara random suka ingat kalau saya suka menulis. Untungnya ada wordpress, jadi kadang suka ingat lagi sih walau di sini nulisnya juga kacangan.

Ya, semoga. Mumpung sedang ingat, di hari depan semakin bisa terealisasikan lah hobi saya yang walau lama tapi nggak ada progressnya.

Semoga juga samkin banyak latihan, bisa semakin mahir dan semakin cihuy.

Salam apa aja boleh,

Rini.