Baju Baru Alhamdulillah

Bukan. Bukan karena saya sedang banyak fulus lalu belanja.

Cuma gara-gara sore tadi dengan randomnya membuka kotak peralatan dan kebutuhan jait. Ada setumpuk kain yang dulu dibeli sampai rela uang jajan bulanan habis dan terancam jadi gembel di akhir bulan, yang malah akhirnya cuma jadi pajangan di kos an.

Mending dipanjang, lha ini… nyungsep di kotak dengan tulisan ‘Kripik Balado’.

Hasrat yang tiba-tiba muncul tadi mungkin ditrigger habis ngajarin temen jahit ala-ala. Karena malu masa punya mesin jahit tapi yang pakai orang, sendirinya di cuekin, akhirnya tadi kuambil buluh sebatang kain yang dibutuhkan, kupotong sama panjang (sesuai cetakan baju yang ada dan bukan dari pola. Males euy bikin pola dan ribet), lalu kujahitlah si kain dengan benang, kujadikan baju baru.

Alhamdulillah, walau pun dari jarak dekat akan keliatan cacat sana-sini, yang penting pernah bikin baju yang akhirnya bisa dipakai dan nggak malu buat dipakai lah.

Setengah pengen pamer, setengah ngerasa puas karena setelah sekain lama, akhirnya menjahit lagi. Jadi, boleh lah ya, pajang-pajang sikit fotonya.

Continue reading “Baju Baru Alhamdulillah”

Advertisements

Kursus Jahit

After a long time of this hiatus

AKHIRNYA… saya menulis lagi.

Sempat berkunjung dan membaca-baca postingan beberapa blog milik teman-teman saya dan agaknya membuat saya juga sedikit termotivasi untuk wordpressing lagi. Alhamdulillah.

Bukan tipikal orang yang senang menulis dengan konsep dan cenderung random maka kali ini saya juga ingin bercerita tentang hal random lainnya yang saya lakukan. Bukan cuma soal tulisan yang random tapi memang sebenarnya ‘fitrah’nya saya sepertinya juga pribadi yang random yang sudah mendapat serifikat random dari banyak orang.

Sudah terbukti sejak kecil memang. Di segala hal. Mungkin karena dari kecil saya dibiasakan orangtua terutama Ibu saya untuk mencoba segala hal yang ingin saya coba. Ikut segala kursus yang bisa saya ikuti. Mulai dari menari, lukis, gitar, electone, drum, les bahasa (jepang jerman inggris) dan *sudah pasti* tak ketinggalan les pelajaran juga (bukan karena disuruh tapi karena memang saya mau. Di masa itu, jikalau boleh saya kenang, ternyata saya dulu lebih ‘senang belajar’ dari pada saya yang sekarang. Huffness.) Continue reading “Kursus Jahit”