Kursus Jahit

After a long time of this hiatus

AKHIRNYA… saya menulis lagi.

Sempat berkunjung dan membaca-baca postingan beberapa blog milik teman-teman saya dan agaknya membuat saya juga sedikit termotivasi untuk wordpressing lagi. Alhamdulillah.

Bukan tipikal orang yang senang menulis dengan konsep dan cenderung random maka kali ini saya juga ingin bercerita tentang hal random lainnya yang saya lakukan. Bukan cuma soal tulisan yang random tapi memang sebenarnya ‘fitrah’nya saya sepertinya juga pribadi yang random yang sudah mendapat serifikat random dari banyak orang.

Sudah terbukti sejak kecil memang. Di segala hal. Mungkin karena dari kecil saya dibiasakan orangtua terutama Ibu saya untuk mencoba segala hal yang ingin saya coba. Ikut segala kursus yang bisa saya ikuti. Mulai dari menari, lukis, gitar, electone, drum, les bahasa (jepang jerman inggris) dan *sudah pasti* tak ketinggalan les pelajaran juga (bukan karena disuruh tapi karena memang saya mau. Di masa itu, jikalau boleh saya kenang, ternyata saya dulu lebih ‘senang belajar’ dari pada saya yang sekarang. Huffness.) Continue reading “Kursus Jahit”

2 Reasons

Dear silent night,

I have 2 reasons why I suddenly drop in here. Very own personal problem and also academical problem.

By the way, less than a week i will take the IELTS test and until now, I still have to study and practice all day long. Not exactly all day long. As two of my german clasmates are going to take the B1 Exam and I still join them to be their sparing partner. It also takes times. The practice time, i mean.

But then, these two reasons come to me without any announcement, saying “Hi, how’s life?” politely and they attrack my attention all of sudden.

Not because of them so that I drop in here, but because I don’t have anyone whom I could share these story.

May be the odds be ever in my favor. 🙂

KEEP SMILEEEE

Monolog : Krisis Identitas

Inilah waktu dimana saya benci untuk berada dalam kondisi sendirian. Karena waktu-waktu seperti ini menjadi pemicu hebat dimana si otak bisa secara semena-mena memikirkan hal yang mungkin bukan hal yang menyenangkan untuk saya secara pribadi memikirkannya. Contoh nyatanya ya seperti saat ini.

Sebenarnya. Mau jadi apa sih saya ini ke depan?

Jangankan Ayah, saya sendiri juga bingung ke depan saya akan menjadi apa.

Sudah. Saya sudah punya rencana. Tapi… beginilah.

Merasa diri sedang berjalan di sepanjang lorong yang gelap, mencoba mencari jalan keluar menuju cahaya. Di suatu saat, saya merasa sedang berjalan membawa senter dan obor. Di sisi lain, saya hanya merasa di temani sebatang lilin kecil yang bahkan jarak pandang yang jelas tidak sampai satu meter ke depan.

Dengan sifat dasar terlahir sebagai pemalas dengan banyak mimpi ini, memang terkadang jangankan berusaha, berpikir saja sulit sekali rasanya. Ya… seperti sekarang ini.

Continue reading “Monolog : Krisis Identitas”

Keine Sorge. Keep EYES OPEN, dear. (Fiksi)

Bak orang yang sedang dirasuki jin penulis, Schöna (baca: Syona) membuka laptop-nya dan langsung menulis dengan perasaan yang campur aduk, tapi dari raut wajahnya sangat jelas terbaca bahwa rasa kesal, menyesal, dan kecewa terpampang jelas disana. Aku sudah mengenalnya nyaris hampir seumur aku hidup sampai hari ini. Kami sudah bermain bersama, bahkan yang kudengar dari Ibuku, sejak umur setahun. Lihat? Aku sudah menjadi temannya bahkan jauh sebelum umur aku bisa mengingat bahwa kami ini berteman. Baca-membaca raut wajah dan menginterpretasikan suasana hati Schöna seperti saat ini sudah bukan perkara sulit buatku. Mudahnya sudah sama seperti orang bernafas.

“Kenapa lagi Schön? Lo datang-datang ke kamar orang, main langsung buka laptop.” Tanyaku ketika si gadis berumur 23 tahun itu mulai sibuk mengetik di laptop-nya.

“Ah lo pasti tau.” Jawabnya singkat tanpa mengarahkan mata padaku.

“Oh. Chaka.” Singkat saja responku. Tapi aku dan Schöna saling mengerti. Kami sudah tidak butuh kalimat panjang lebar lagi untuk bisa saling bertukar cerita.

Schöna berhenti sejenak dan menatap pandang ke arah mataku. Lurus. Bahasa tubuhnya yang ini menandakan bahwa satu inti kalimat yang akan meluncur dari mulutnya dan itu sudah sangat menjawab seluruh pertanyaanku. Continue reading “Keine Sorge. Keep EYES OPEN, dear. (Fiksi)”

Kebiasaan buruk (?)

Saya memiliki kebiasaan yang entah datang darimana dan sejak kapan. Saya senang mendengarkan lagu. Tidak khusus dan terhenti pada genre tertentu. Tapi memang senang saja mendengarkan detail lagu dan instrumen musik. Karena itu playlist lagu yang saya miliki sangat variatif dari yang paling alay sampai new age atau instrumental.

Omong-omong, bukan itu kebiasaan yang saya maksud. Kebiasaan yang saya maksud adalah saya sangat senang mem-visualisasi-kan lagu yang saya dengar kemudian mengaitkannya dengan seseorang atau sesuatu. Jika memang sudah terkait dengan seseorang atau sesuatu maka setiap mendengarkan lagu itu, saya hampir bisa dipastikan akan selalu mengingatnya.

Misalkan. Continue reading “Kebiasaan buruk (?)”

Be so good they can’t ignore you

This wordpress media now is becoming not only my writing place but also a place to train my next two language. Because as you can see from my writing how bad i am in english now, so that i need to make a lot of writing to improve my english. And besides now i’m also learning german as the second ones.  D*mn it. The more i try to write in english, the more this german things come to my mind.

Yep. That’s enough.

Okay.

BE SO GOOD THEY CAN’T IGNORE YOU

is now becoming a reason why i am here writing this. Pardon me for my very very bad english. I feel so frustated now. Indeed. *keep writing rin* Continue reading “Be so good they can’t ignore you”

Ich bin hier.

Was mache ich, wenn ich mich so traurig fühle?

Schreiben. hier bin ich.

Ich bin hier, weil ich schon gewusst habe, wenn ich nicht alles zu haben kann.

wenn Wort einfach nicht sagen kann, dann werde ich Musik hören. wie immer.

Ich danke meinem Gott für alles. Ich glaube, dass ER natürlich eine gute Plan für mich hat. Dann werde ich Geduld habe.

Zu dieser Zeit möchte ich dir alles ein Lied geben.

Der Moment – Madsen.

 

nb :

my favorite words are

“Manchmal ist da etwas das unerwartet erscheint. Manchmal brauchen wir nicht viel. Um glücklich zu sein.

Nur das richtige Wort zur richtigen Zeit. Nur ein kleines Licht in der Dunkelheit. Der Moment, Der uns wieder auf die Beine stellt.”

(Sometimes there’s something that seems unexpected. Sometimes we don’t need much, To be happy.

Just the right word at the right time. Just a small light in the darkness. The moment, that gives us back our strength.)

Schon Lange Nicht Gesehen

Guten Morgen!

Harusnya saya kembali menulis itu malam kemarin tapi apa daya. Terlalu sibuk menata hati.

Setelah sekian lama tidak kalut akhirnya kalut lagi. 

Satu hal yang saya pelajari dari yang sudah sudah. Setiap perubahan itu pasti selalu ada fase keterkejutannya.

Saat ini saya berada di fase itu. Tapi saya berharap sama seperti sebelumnya. Biar waktu saja yang membantu self healing.

Karena ketika saya mampu melewati itu, nanti juga saya pasti akan ikhlas sendiri dan belajar menerima. Begitu kan siklusnya? Iya. Dulu sih begitu.

Apapun keputusan yang sudah terjadi, semoga bisa menjadi pelajaran ke depannya.

Menyesal? Itu biasa sepertinya. Tapi mungkin penyesalan itu bisa menjadi batu loncatan ke depannya. Bisa saja ketika keputusan itu tidak terjadi, selamanya semua pihak akan saling tersakiti.

Memang semua yang dipaksakan dan semua yang berlebihan itu tidak baik.

Tidak mudah buat ikhlas. Dusta sekali ketika saat ini saya bilang saya ikhlas. Sama kejadiannya seperti tahun 2009 dulu saat pertama kali “sesuatu” berinisial MK itu datang. Jangankan dunia saya. Dunia orang-orang disekitar saya juga pun jungkir balik.

Tapi lihat sekarang? Everything is under control.

Semoga ini juga.

Saya tidak akan pernah berhenti berdoa.

Das ist Alles.

Just. One. Regret.

Dear God, 

may I regret about a decision which i’ve been made 3 months ago?

Actually. Sometimes i’m glad to learn something new but still…

every seconds I thought about it, I always told my self, “Dude. Why are you taking that decision? You’ll be more happy without it.”

And Dear God

I hope I will NEVER EVER make another decision that I regret later.

Amin.