Pernah?

Pernah tidak menulis pada saat hati sedang berada dalam puncak kebahagiaan?

Saya, pernah.

Pernah tidak menulis pada saat bingung dan ingin protes?

Saya, pernah.

Pernah tidak menulis pada saat perasaan sedih dan hancur lebur?

Saya, pernah. Ya ini saya menulis. Singkat. Karena saya tidak tahu caranya melampiaskan emosi sekarang selain ke tulisan. Sekalipun salah satu penyebab hancur leburnya perasaan itu juga terkait tulis-menulis salah satunya.

Tentu saja juga karena yang lain.

Yang jelas. Saya menulis saja. Apapun rasa, apapun masa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s