Trip to Jogja dan Jawa Tengah

Well. Mungkin judulnya memang berlebihan, tapi saya tidak punya frase lagi dan terlalu malas untuk mencari judul. Hehehe.

Selepas sumpah apoteker tanggal 3 Oktober 2012 (Alhamdulillah), tanggal 5 nya saya sekeluarga minus abang sulung saya akan berangkat ke Jogja. Jalan-jalan yang ini ya tentu saja beda dari yang sebelum-sebelumnya. Arus dana mengalir lancar berhubung langsung membawa si empunya dana (baca : Ayah Ibu) ya iya hidup aman terjamin sejahtera 😀 Berangkatnya juga naik kereta api eksekutif. Yah seperti yang dapat diprediksi. Wong deso macam saya naik kereta eksekutif ya norak. Sempet salah gerbong dan sampe malu karena semacam diusir sama empunya kursi yang sebenarnya. Hahaha. Yah, learn by mistake lah ntar ya.

Berangkat dari St. Hall Bandung pukul 7 malam dan menempuh perjalanan selama 7 – 8 jam dengan kereta Turangga. Sampai pukul setengah 3 pagi. Satu hal yang saya ingat selama perjalanan cuma komentar Ibu saat kereta mulai berjalan cukup jauh.

Ibu : “Ternyata tidur di kereta enak juga ya… Adem.”

Saya : “-_-” Ya iya bu. Keretanya apa dululah -_-“”

Sampai Jogja dijemput oleh anaknya temen kantor Ibu. Namanya Rio dan Iwan. Nebeng sampai pagi di kos an mereka yang banyak hewannya, yang TENTU SAJA membuat saya riang gembira. Hahahahaa. ada landak mini, ular pohon (di kamar sebelah), gecko, kecoa madagaskar, kelinci, ikan, kura-kura, lele, ayam kate, kucing. Nggak pernah lihat lagi deh rumah yang penuh dengan binatang. Nampaknya itu kompleks rumah bahagia banget. 

Yang item itu kelinci
Atas ( ki – ka) : Ayah, Iwan, Rio
Bawah (ki – ka) : Saya, Ibu, Nana

Hari pertama : Tempat yang saya kunjungi bersama ayah ibu adik dan teman diatas cuma dikit, banyakan jalan-jalan keliling kotanya. Hahaahaha. Ke Candi Mendut dan Candi Borobudur trus muter-muter Jogja dan malioboro sampai alun-alun deh. Kesan pertama yang saya dan Ayah saya juga rasakan adalah : disini makanan murah dan makanan Padangnya nggak abal-abal *dari yang kita icip-icip sih* soalnya di kebanyakan daerah, masakan Padangnya rasanya suka kurang atau nggak karuan. Usut punya usut ternyata disini yang punya masih orang Padang asli yang notabene pasti ngertilah ya orisinalitas rasa masakan minang 😀

DIY dan Jogja ini seperti yang semua orang sudah tau adalah tempat yang lebih banyak wisata sosialnya daripada wisata alam. Sejujurnya yang saya rasa beda dari kota-kota yang pernah saya kunjungi adalah, Di daerah jogja dan jawa tengah ini ternyata populasi orangtua dan lansia jumlahnya cukup banyak. Daerah selain Jogja dan Jawa Tengah ini (entah saya yang kuper atau kurang perhatian), rasanya dalam usia senja yang seharusnya sih baiknya udah di rumah aja, tapi disini masih saja bekerja. Bagus sih memang tapi kadang tetep kasihan sih kalau saya.

Btw, walau candi dibangun dari batu-batu tapi ternyata menarik juga ya. Maksudnya tiap candi, arcanya dan motifnya beda-beda. Saya sih memang tidak terlalu mengerti tapi tiap candi yang saya datangi sih feel nya tetep beda-beda 🙂

Hari kedua : Nambah satu personil nih. Temen nari saya sedari kecil. Ririn. Bergabungnya Ririn justru bikin suasana makin seru sih. Tempat yang dikunjungi sih juga cuma sedikit, tapi lumayan ngabisin waktu lah. Hari kedua kita semua mengunjungi Candi Prambanan, Kebun biantang gembira loka (iya, ini permintaan saya), dan Pantai Parangtritis 🙂

Realita jalan-jalannya sih jauh lebih seru dari pada sekedar cerita doang soalnya jalan-jalannya bareng orang yang seru juga. Hahahahaha. Malemnya nyempetin makan si restauran yang namanya “Raminten”. Konon katanyanya, cowok-cowok sih pada takut dateng kesini. Takut digodain sama waiters (bukan waitress-nya). Pertama kali saya masuk ke sini, katanya sih ini khasnya karena settingan tempatnya tradisional jawa banget. sejujurnya kesan pertama saya datang kesini, mistis dan horor. Mungkin karena saya tidak terbiasa dengan bau dupa yang keras dan alunan lagu Jawa yang lumayan sih awalnya bikin bulu kuduk saya merinding. Disini ternyata malah jadi momen paling kocak selama perjalanan. Menu makanan dan minumannya mampu menjadi bahan candaan kami (namanya juga wong deso).

Gelak tawa pecah begitu saya menerima minuman pesanan saya, namanya sih gajah apa gitu. Bilangnya sih teh apel. ya saya pikir, teh rasa apel atau campurannya lah. Begitu saya menerima pesanan, ternyata maleset lo menunyo e. Saya mendapat segelas besar teh. Ketika saya amati, di tenga gelas, mengapung benda bulat berwarna putih yang setelah saya selidiki ternyata itu apel utuh yang dikupas kulitnya. Seumur-umur baru kali ini saya mendapat minuman teh plus apel utuh semacam itu. Menurut saya, itu kocak. wahahahaha. Well, 2 hari 3 malam yang singkat tapi menyenangkan. 🙂

Kesempatan foto bareng penjaga gerbang Gembira Loka pun tidak akan saya lewatkan *bodo amat dibilang norak*
Borobudur Temple
Meski biasa tapi saya penata gayanya *dengan nada sedikit songong*

See you next time 🙂 Salam sukses! 🙂 Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s