Life is still going on, Things are happening and changing

Yap. Terakhir postingan saya itu awal bulan Mei dan ini sudah akhir Mei. Postingan yang lalu pun nggak ada penting-pentingnya sama sekali. *angkat bahu* (berharap ada emoticon angkat bahu). Between that long period, many things have been changed. Banyak sekali kejadian. Dimulai dari dikampus saya harus menjalani UAS Semester II Profesi Apoteker (dan semoga ini UAS terakhir di Apoteker -> maksudnya berarti maunya tahun ini apotekernya kelar gitu. 😀 Amin amin ya Rabbal Alamin).

Sebelum menjalani UAS, saya sempat (akhirnya) masuk Rumah Sakit. Hilang sudah kebanggaan saya pada uda dan adik saya karena akhirnya icip masuk Rumah Sakit juga. Nggak lagi-lagi deh masuk sebagai pasien di Rumah Sakit walaupun makanan di Rumah Sakit tempat saya diopname waktu itu enak-enak *salah fokus*. Kalau sebagai Apoteker mah mau 😀 Seumur hidup saya semenjak saya mengenal secara sadar bagaimana itu bentuk jarum suntik, semenjak itu pula hidup saya berubah 180º derajat. Uwoh memang. Semenjak saya tahu bentuk jarum suntik yang mengerikan itu, saya menjadi ketakutan setiap melihat jarum suntik berada didekat kulit saya. Iyuh banget memang *korban sinetron escetepe*

Katanya sih disuntik sendiri memang nggak sesakit itu memang, tapi entah kenapa melihat jarum suntik itu saja mampu membuat saya berkeringat dingin dan memucat. Sewaktu praktikum tentang darah di laboratorium semasa S1 bahkan saking ketakutannya, salah seorang temen mau menggantikan saya agar darahnya saja yang diambil walaupun jarumnya jarum lantus doang yang jarumnya yang kecil pake pen itu. Begitulah parno, saya nggak ngerti ini namanya phobia atau nggak. Ngeliat syringe tergeletak dengan jarumnya sih saya biasa saja, selagi itu jarum tidak tertuju pada saya. 

Inilah bentuk yang mengerikan itu *gambar dari google*

Pernah sewaktu SMA, saya menderita demam tinggi yang nggak turun-turun, akhirnya saya dibawa ke dokter dan untuk mempercepat penurunan suhu tubuh yang tinggi, dokternya terpaksa memutuskan untuk memberikan obat secara parenteral which mean itu disuntik. Jangan ditanya bagaimana muka saya saat itu. Jangan ditanya. Saya sampai harus dipegangi oleh Ibu saya. Tibalah saat itu, dimana saatnya jarum suntik itu akhirnya harus tertusuk pada bagian yang harus disuntik. Beginilah akhirnya, sakitnya sih nggak begitunya sih ya tapi karena ketakutan akhirnya saya berteriak kencang sekali sampai mungkin kedengeran sampai lobi rumah sakit. Begitulah. Begitulah kilas balik yang terbayang sesaat ketika saya harus di opname karena dokternya bilang, saat diopname harus diinfus dan di ambil darah. Adapun alasan saya harus diopname adalah karena setelah tes darah (yang saya sampai harus dipegangi itu juga) ternyata trombosit saya hanya sekitar 60.000 atau 70.000 padahal kan minimal normalnya 150.ooo an. Nggak ada yang nyangka tuh kalau saya sedang sakit sampai keluarlah si hasil itu. Padahal konsul ke dokternya cuma gatal seluruh tubuh doang. Alhasil ternyata permisah… Saya berhasil diinfus! Jangan ditanya bagaimana bangganya saya terhadap pencapaian yang pasti nggak penting buat orang banyak ini. Saya berhasil dan sungguh saya ingin menangis haru.

Maap kalau kesannya agak sombong, tapi inilah salah satu pencapai besar saya (bukan masuk rumah sakitnya tapi karena ternyata saya bisa diinfus)

Tapi nggak tau deh ya kalau sekarang disuruh suntik atau kena infus lagi. Ngebayanginnya sih masih bergidik sih ya. Tapi semoga disuntiknya bukan karena sakit macem-macem lagi lah. Itu salah satunya. Perubahan yang ke dua ini adalah perubahan yang membuat saya menjadi sangat emosional. Soalnya dikabarinnya telat dan nggak tau penyebab terjadinya itu. Kelinci saya satu-satunya, Wibi. Mati T.T Jangan ditanya deh bagaimana sedihnya. Nangis sambil marah-marah karena dikabarinya telat (Soalnya takut ngabarin karena saya sedang UAS dan bisa nggak konsen belajar) dan nggak tau tuh kenapanya. Katanya sih sakit, nggak mau makan. Begitulah. Saya baru bisa menulisnya baru sekarang. Kebayang aja kalau nulisnya waktu itu, bisa basah ini laptop karena kucuran air mata sedih, marah, kesal, kecewa. Lagi, hewan saya matinya sewaktu saya nggak dirumah. Tapi terima asih kepada Ayah, Ibu, tante Ros dan pihak yang pernah saya titipin hewan saya dirumah. Terima kasih dan Maaf sudah merepotkan. Sekarang cuma tinggal ada kucing dan hamster. Ikan juga tapi punya ayah saya. Nah, ini nih yang saya pengen posting. New Babygirl was born :)) A really-beauty-cutie-pie-babygirl. Alysa Azzahra (Rusdi) a.k.a Asya XD My new niece. Seriously, saya bukan seseorang yang terlalu suka anak-anak. Bukan karena saya ini tante atau semacam eteknya. Tapi dia memang kyuti pai (cutie pie) sekali. Asya adalah seorang bayi yang sungguh pengertian, nggak rewel. Dia jarang banget nangis, kecuali kalau sudah sangat terganggu. Dan Asya ini punya lesung pipi~~~ (paling bangga kalau ada yang bilang, “kayak tantenya dong”. Aduh makasih banget loh *walaupun bukan anak sendiri*). Hobinya ada tertawa dan tersenyum. Welcome welcome welcome ya Asya 🙂 Jadilah anak yang sholehah, cantik, pintar, ramah,  tidak sombong, kebanggaan Ayah Ibu, dan bermanfaat bagi orang banyak ya, Nak :))

Auch auch. Kyuti pai to the max *smooch :*:*:**
Aqiqahan Asya :*
hunnie bunnie kyutie pai :*

Iya. Kyuti pai ini memang pose favoritnya begitu. Mungkin ini semacam pose bayi gaul. Cepat besar dan sehat selalu ya kyutie pai :*

Ennah, semoga mash di Tahun ini juga terjadi perubahan besar lagi pada status saya. Dari mahasiswa apoteker jadi (real) apoteker. Amin Amin Amin ya Rabbal Alamin :))

Advertisements

One thought on “Life is still going on, Things are happening and changing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s