Wibi the Rabbit + Muezza the Cat :)

Sebenernya saya cuma mau posting soal hewan-hewan saya yang baru :))

Akhir tahun 2011 kemaren, disaat dimana saya akan menjalani masa PKPA (Praktek Kerja Profesi Apoteker) saya akhirnya pulang kampung ke Padang Kota Tercinta. Entah kenapa keingin untuk punya binatang lagi begitu hebat waktu itu. ๐Ÿ˜€

Ibu bilang saya suruh pungut binatang di jalan aja saking gilanya karena terus minta-minta di beliin hewan. Mungkin akhirnya ibu dan ayah meyerah dan akhir desember datanglah seekor penghuni baruuuuu~~~ Seekor kelinci. Sebenarnya saya pengennya kelinci yang ras loop tipe harlequin tapi karena keterbatasan ras dan kemauan di penjualnya untuk menjual, akhirnya saya, ayah dan ibu beli yang dimana merasa “Klik” sama kelincinya. Dari terlihatnya sih ini ras Rex. Tipe pedaging. ๐Ÿ™‚ Bodo amatlah soal ras, wong saya suka semua hewan kecuali serangga kok ๐Ÿ™‚

Ini nih penampakannya ๐Ÿ™‚

Ini wibi :)) my lovely rabbit

Sebenarnya sebelum saya resmi beli, saya sudah menyiapkan nama untuk kelinci ini ๐Ÿ™‚ WiBi. Sebenarnya itu singkatan untukย white and black karena awalnya saya pengennya punya kelinci yang warnanya hitam putih, tapi berhubung jatuh hatinya sama yang ini sementara namanya sudah disiapkan, akhirnya saya pakai saja namanya. Walaupun nggak nyambung-nyambung amat. Tapi dia tetap masih punya unsur putih dan hitamnyalah ๐Ÿ™‚ Oh iya ini betina. Anaknya anteng deh. Anteng-anteng eeknya banyak. ๐Ÿ˜€

Pas januari, saya dan keluarga akhirnya ikutan acara jalan santai. Pas pagi parkir mobil, Ibu denger suara anak kucing negong-ngeong tapi wujudnya nggak keliatan. Udah di cariin tapi nggak ketemu. Sebenernya sambil berdoa dalam hati si kucing itu memperlihatkan diri dan bisa dibawa pulang. Tapi akhirnya karena nggak kelihatan, ya nggak jadi. Setelah acara jalan santai dari sebuah bank, diadakan acaraย door prize, nggak punya mental setia menantiย door prize, saya akhirnya jalan nyari kucing bareng sama ibu. Trus tampaklah wujud si kucing. Aih, badannya kecil. Nggak berhenti mengeong. Terlihat lapar dan mencari induk gitu. Sepertinya juga umurnya baru sebulanan, soalnya jalan aja masih susah. Trus di elus malah makin mengeong-ngeong. Sepertinya memang sangat lapar karena kucing itu terus mengikuti saya. Pengen bawa pulang, tapi belum dapat persetujuan dari Ayah. Akhirnya karena Ayah di tempatย door prize, saya samperin deh tu. Saya aja main itu kucing sama adek saya dan dikasih makan daging gitu karena kasihan. Tapi memang keluarga pecinta binatang, itu sate, Ayah yang beliin kok ๐Ÿ™‚

Ini Adek saya dan si kucing temuan ๐Ÿ™‚

Foto di atas persis saatย door prizeย sedang berlangsung. Anteng kucingnya setelah dipegang. Tidurrrr aja kerjaannya. Pas lagi diajak main, baru si kucingnya maen. Sengaja di baik-baikin kucingnya biar dapet izin dari Ayah buat dibawa pulang. Jenis kelaminnya waktu itu belum jelas soalnya terlihat seperti jantan tapi ‘bondol’nya itu (begitu saya mengistilahkan) belum ada. Tapi kesini-sini sih udah tau kalau dia jantan. Ayah juga bilang dari awal dia jantan, cuma karena belum jelas, jadi saya belum ambil keputusan ๐Ÿ˜€

Pas mau pulang, Ayah bilang “Taruh lagi kucingnya di tempat tadi” Trus Saya dan adek saya semacam mengulur-ngulur waktu itu sambil memberi kode ke Ibu buat bujukin saya. Kita duduk aja disana sampai Ayah bilang “Ya udah. bawa pulang. Nanti kalau bandel, di buang lagi loh” Hahahahaa. Yang saya iyakan cuma untuk 2 kalimat pertama. Embel-embel belakangnya sih bodo amat. Perjalanan pulang ke rumah jadi menyenangkan karena akan mendapat seekor pendatang baru lagi. Rame deh rumah dengan berpuluh-puluh ikan, berpuluh-puluh hamster, seekor kelinci, dan seekor kucing ๐Ÿ˜€

Saya beri nama si kucing, Muezza, dengan maksud memberi nama yang sama seperti nama kucing Rasulullah, Ya biar sama aja gitu ๐Ÿ™‚ Yang penting rumah jadi heboh dengan semua hewa-hewan ini. Woaaaah senangnya ๐Ÿ˜€

Hari pertama datang, langsung pinter beradaptasi. Gaya tidurnya mirip salah satu anggota keluarga setelah dia lihat anggota keluarga tidur di ruang keluarga ๐Ÿ˜€
Muezza the king of Dapur

Sejeak di rumah sih udah gendut karena dikasih makannya makanan kucing sama susu. Maklum kucing kecil. Saya suka kucing jalanan maksudnya kucing kampung soalnya mereka lucu dan kalau diajak becanda itu sepenuh hati gitu ๐Ÿ™‚ Kucing ras juga suka sih, tapi berhubung si uda (abang saya) baru beli angora 2 ekor dan setelah liat si kucing ini histeris karena lucu, akhirnya saya nggak mupeng sama si angora soalnya si pemiliknya aja sukanya sama kucing saya. Wkwkwkwk.

Berhubung saya ingin si kucing dan si kelinci jadi sosialita dan akrab satu sama lainnya, saya temuin deh tu mereka. Awalnya si kucing takut soalnya si Wibi kan badannya gede, walau anaknya kalem (dan eeknya banyak). Sama kayak takutnya kucing yang lain. Tapi kalo si Muezza kelihatan penasaran pengen ngedeketin, kalau kucing lain mah langsung lari tunggang langgang.

Begini nih, takut tapi penasaran

WiBi pedekate, Muezza takut tapi mau ๐Ÿ™‚

Nah makin kesini, mereka makin sering ketemu.Mungkin karena senasib sering ditinggal di rumah pas lagi pergi. Akhirnya makin ke sini makin akrab deh tu ๐Ÿ™‚ bahkan cenderung si Muezza ingin mendominasi semua yang ada di rumah, termasuk kasur saya, ruang di rumah, maupun WiBi. Rakus emang T.T

Makan bareng ๐Ÿ™‚

 

Muezza : I love u, WiBi *terus nyakar*

 

Berpelukan ๐Ÿ™‚

Nah begitulah postingan kali ini soal Wibi the Rabbit dan Muezza the Cat ๐Ÿ™‚

Saya senang punya hewan~~~ ๐Ÿ˜€

Advertisements

2 thoughts on “Wibi the Rabbit + Muezza the Cat :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s