Miris?

Sekarang saya sudah resmi menjadi seorang mahasiswa apoteker. Bantu saya dengan doa untuk bisa disumpah tahun depan (2012) >> artinya tahun depan saya sudah lulus (lagi). AMIN.

Banyak orang sekitar yang tau saya mengambil jurusan farmasi. Banyak juga yang tahu saya sudah lulus S1. Sekarang apoteker. profesinya farmasi. Saya pikir semua orang juga tau. Tapi ketika bertemu dengan orang yang dikenal dijalan dan sekedar melakukan percakapan basa-basi. Maka seperti inilah yang terjadi.

Teman (T) : Woi rin. Udah lulus ya?

Saya (R) : Sudah alhamdulillah. Kamu sendiri apa kabar?

T : *jawab dengan versi keadaan masing-masing penanya* sekarang kerja tah? Apa S2?

R : Kuliah lagi saya. Belom wisuda juga udah kuliah. Lagi ambil apoteker.

T : Apaan tuh? S2?

R : Bukan. Profesi gitulah. Buat jadi apoteker.

T : *mengernyitkan dahi* heh?

R : Hmm… Semacam koas kalau dokter

T : Oooo…

entah apa yang salah. Baik Program profesi maupun profesi apoteker sendiri tidak begitu dikenal bahkan termasuk asing disini. Di Indonesia ini. Tanya kenapa? Sudah tentu bukan salah bunda mengandung. Itu kerjaann apotekernya sendiri kok. Menurut saya. Apoteker memang jarang datang atau turun langsung ke masyarakat. Ingat cerita salah seorang dosen pengajar.

“Coba kalian tanya sama anak-anak TK. cita-cita mereka apa? pasti kalian nggak akan asing kalau mereka bilang pengen jadi dokter. Coba deh. Ada yang pernah bilang pengen jadi apoteker? Coba. Nggak ada kan? Profesi kita ini benar-benar tidak dikenal. dan tidak ada yang mengenalkan. Kalian lihat dokter? Mereka tidak segan turun langsung ke sekolah atau kemana-mana. Pendidikan dan pengenalan sejak dini itu sangat penting. Berangkat dari situlah saya dan apotek saya mulai terjun ke TK atau ke SD. Saya bawa program “Apotek goes to school” dan ternyata disambut dengan sangat baik.” – Kira-kira begitu Pak Ketut bilang (Dosen Profesi Apoteker yang punya Apotek)

Jangankan ke masyarakat, di apotek tempat seharusnya dimana apoteker itu berada sendiri, apotekernya tidak ada. Kalau yang ini saya tahu karena baik masyarakat atau orang sekitar yang saya tahu selalu berkata begitu. Bahkan sesama teman atau dosen pun mengakui itu.

Miris memang. Profesi ini sangat dihargai dan dikenal diluar negeri. Di Jerman bahkan profesi ini adalah profesi no 1 yang paling dipercaya. Tapi disini? Hmm… Semua juga tahu jawabannya.  Sayangnya, saya tidak begitu tertarik untuk bekerja jangka panjang di luar.

Ternyata memang jalan masih panjang dan peer masih banyak. Teruntuk semua teman-teman calon apoteker dan kakak-kakak senior apoteker, mungkin sudah tau tapi cuma ingin mengatakan lagi. Bukan tidak mungkin, tapi pasti bisa merubah keadaan dimana kita tidak dikenal ini untuk menjadi profesi yag dikenal dengan kontribusi yang nyata dan “terasa” kehadirannya.

Ng. Sejujurnya saya malu menulis kalimat terakhir  karena kapasitas dan kemampuan saya termasuk kategori menengah kebawah. Tapi, jika suatu saat saya lupa. Saya bisa mengingatkan diri sendiri kembali dengan membaca tulisan ini *self-pride -_-“* Wish me luck.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s