Syukwis dan cerita random

Sudah lama tidak menulis, akhirnya saya menulis lagi

Malam ini saya baru kembali dari sebuah acara di sebuah organisasi di kampus à unit. Syukuran wisuda.

Sudah lama, sangat lama saya tidak “bersinggungan“ dengan unit ini. Lama sekali, terakhir yang bisa saya ingat ketika masih cukup aktif diorganisasi ini adalah ketika tahun 2008. Itupun kalau tidak salah.

Tidak ada alasan khusus kenapa saya menulis ini. Hanya ingin kembali menulis saja setelah sekian lama.

Yah, seperti syukuran wisuda dulu yang pernah saya ingat. Wisudawan/wati disambut dengan tarian. Lalu acara. Tentu saja bagian yang saya tunggu-tunggu adalah bagian makan malam karena sudah sengaja tidak makan di kos an. Bukan menunggu makanan gratis (ataupun berbayar) tapi karena cukup aneh makan di kos an lalu makan lagi di acara tersebut (seperti yang saya lakukan saat menghadiri pernikahan teman).

Oh iya, saya tidak tahu apa tema atau judul wisudanya karena mereka tidak memberitahu saya, tapi dari permintaan mereka sepertinya tentang bola. Dresscode hari ini adalah baju bola dan/atau atributnya. Berhubung saya tidak punya (dan mugkin tidak akan punya), jadi saya meminjam dari seorang teman. Ketika baju pinjaman itu diserahkan, YA AMPUN, bajunya WANGI BANGET. Kewangian baju ini menambah kesan positif bahwa ternyata selain Ayah, Ary, dan Uda masih ada temen cowok yang bersih dan wangi. Paling salut kalau ada cowok yang bersih dan wangi tapi nggak bencong. Eh maaf kalau terkesan sarkastik. kali ini ingin blak-blak an saja.

Tidak banyak yang saya ingin ceritakan karena sejujurnya daripada senang, lebih banyak sedih yang saya alami di unit ini. Hmmm…hmmm… Tapi berhubung saya sudah lama meninggalkan unit ini, jadi saya pun sekarang hanya memiliki perasaan yang biasa-biasa saja. Datang dengan biasa, duduk dengan biasa, tertawa seadanya ketika sebuah hal yang memang lucu, dan pulang lebih dulu. Karena jam malam. Alasan yang dulu sering saya lontarkan untuk pulang lebih dulu baik itu di himpunan atau di unit ini (dan terkadang saya lontarkan ketika 1.tidak ingin menginap di kos an teman karena kos an saya sangat pw buat saya, 2. Acara berjalan dengan tidak jelas dan cukup pantas untuk ditinggalkan, 3.Capek dan merasa “ngapain lama-lama, intinya toh udah dapet”). Cukup blak-blakan. Tapi begitulah. No offense.

Sekarang saya sudah resmi menjadi ansos dan itu rasanya cukup menyenangkan. Ansos untuk terlibat aktif di apapun itu organisasinya tapi tidak tutup mata dan telingan untuk semua kabar dan berita tentang teman dan sekeliling saya.

Sampai saat ini  masih terasa menyenangkan, nanti saja lagi keluar dari zona nyaman. Sekarang capek. Saatnya nyenengin orangtua dulu untuk sekolah yang bener di profesi. Semoga perkuliahan lancer dan saya sukses menjadi apoteker tahun depan. Amin 😀

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s