anugrah Allah yang lain hari ini

Hari ini Kamis, 29 September 2011

Tidak putus-putusnya saya bersyukur dan bersyukur dan bersyukur atas anugrah hari ini. Saya ingin bercerita lagi tapi maafkan jika yang saya ceritakan mungkin terkesan sombong. Tidak ada maksud apapun tapi sungguh saya hanya ingin bercerita tentang kebahagiaan saya hari ini karena setidaknya satu langkah menuju gerbang yang lebih tinggi terbuka dan sedikit kebahagiaan utk Ayah Ibu dan orang-orang terdekat dapat saya persembahkan. Sedikit saja.

Hari ini saya sidang. Tepat pukul 08.45.

Sehari sebelumnya. Pagi. Jadwal sidang masih saja belum diumumkan. Saya dan teman-teman mencoba bersabar tapi ketika menjelang tengah hari dan mendengar bahwa jadwal sidang sudah selesai di print, tanpa babibu dan tunggu ditempel, saya dan teman-teman yang ada dikampus langsung memborbardir TU FKK ITB. Awalnya, bapak TU tidak mau memperlihatkan tapi melihat serbuan saya dan teman-teman yang tidak sabar, akhirnya si bapak mengalah. Dan ketika jadwal itu dibagikan, saya langsung menginformasikan kepada semua teman-teman yang bisa saya beritahu. Heboh. Heboh. Heboh.

Malamnya, saya mulai merasakan debaran itu. Masih tetap membaca sebisa mungkin bahan untuk persiapan sidang besok. Malam itu banyak sekali dukungan datang dari teman-teman dan ibu teman. Banyak sekali sampai membuat saya merasa sangat beruntung mendapat perhatian yang begitu besarnya. Ketika seorang teman menasehatkan utk segera beristirahat, saya pun beristirahat.

Bangun paginya, masih seperti biasa. Tanpa debaran jantung karena semalam akhirnya saya menenangkan diri dengan berdoa. Benar-benar bertwakkal dan berdoa untuk dimudahkan sidang sarjana hari ini. Kembali saya mengingat dosen penguji yang akan menguji hari ini. Pak Iim, pak Sigit, Pak Amir, Pak Komar, Bu Jessi, Bu Heni, Bu Lucy, Bu Ilma, Bu Lia, Pak Fahmi. Saya terus menerus berdoa. Pada pagi itu, dukungan dari berbagai arah terus mengalir. terus-terus-terus. Salah seorang teman mengatakan utk berdoa dan membaca Surat Thaha : 25-28 agar sidang dilancarkan. Pagi ini masih santai. Sambil berterima kasih dan bersyukur karena dukungan selalu datang. Sampai wali saya di bandung yang sedang berada di Jakarta menelpon dan saya terkejut karena beliau ingat hari ini saya sidang. Begitu terus aliran dukungan dan doa, akhirnya mata saya berkaca-kaca. mungkin bisa dikatakan menangis. Saya amat sangat terharu dengan banyaknya dukungan dari berbagai arah. dari berbagai arah.

Rasanya Allah terus-menerus melimpahkan nikmat dan karunia-NYA kepada saya yang bahkan saya pun merasa tidak pantas mendapatkan itu semua. Saya sungguh bersyukur.

Akhirnya saya sampai dikampus, dosen belum sepenuhnya datang. Saya giliran kedua sidang pagi ini di ruang bawah. Sejak pengumunan jadwal sidang diberitahukan, saya sudah mengucapa syukur dan merasa tenang karena mendapat giliran kedua. Artinya saya tidak perlu menunggu lama dan mendengar jika ada keluh-kelah setelah sidang. Saya bersyukur. Ketika giliran Si Om Ilman dipersilahkan masuk ke dalam. Disitulah saya mulai tegang. Waktu berjalan lamaaaa sekali. Teman-teman yang wisuda juli ada yang datang dan memberikan coklat utk penyemangat yang sidang hari ini. Sungguhlah Farmasi 2007 ini adalah team yang kompak dan sangat setia kawan. terima kasih coklatnya ya teman πŸ™‚

Giliran saya masuk begitu om selesai. Saya tidak akan bercerita soal bagaimana saya disidang didalam karena pasti akan memalukan dan panjang. Yang jelas, ketika saya masuk saya merasa semua dosen tersenyum dan menyambut saya ramah. Sungguh. tidak seperti yang diceritakan sebelumnya, dimana dosen sibuk sendiri dan mengacuhkan peserta sidang. Saya mendapatkan aura positif saat itu. Dan lagi, dosen yang ada diruangan ternyata tidak lengkap, ada 6 orang. Dan proses itu terjadilah.

Saya tidak tahu seperti apa, tapi begitu saya keluar ruangan. Saya merasa sangaaaat lega dan refleks tersenyum. Usaha maksimal sudah saya keluarkan. Teman-teman yang berada diluar ruangan langsung berkomentar, “Senyum-senyum aja sih rin selese sidang. Sukses ya?” Saya tersenyum dan bilang, “Sumpah. Dosen-dosen penguji didalam super baiiikk. Super baik.” Kali ini saya menyadari, kebaikan dosen-dosen didalam itu ternyata rezeki saya. Sumpah saya sangat beruntung. Karena ketika mendengar cerita teman-teman yang lain. dosen yang saya ceritakan yang paling baik justru jadi dosen yang paling galak. Sungguh. Saya sangat beruntung dan saya sangat bersyukur.

Yudisium sore ini. Semua peserta sidang dikumpulkan. saya mulai tegang ketika muka kepala program studi mulai angkat suara. Bapak yang biasanya suka bercanda (Pak Sigit juga nguji saya tapi saya tidak sesukses itu menjawab pertanyaan pak sigit, tapi bapak baik pada saat saya sidang.Terima kasih dosen-dosen penguji :)) kali ini memasang muka serius. Menambah ketengangan yang ada diruangan dekan. Mulai mukadimah, banyak teman-teman yang mukanya terdiam dan tegang. Kami terus berdoa. Sampai akhirnya bapak mulai pengumuman.

“Untuk batch kali ini, peserta sidang terbaik yaitu Rini Amelia”

Demi Allah. Demi Allah. Demi Allah.

Antara percaya dan tidak saya langsung mengucap syukur. Sungguh. Keberuntungan yang satu ini bukanlah keberuntungan yang saya duga sekalipun merupakan harapan saya. Saya sungguh bersyukur. Sangat-sangat bersyukur. Yang membuat lebih terharu lagi, keadaan tegang sebelumnya langsung berubah menjadi sorak-sorai teman-teman meneriakkan selamat. Terima kasih teman-teman πŸ™‚ Saya bukan apa-apa jika tanpa bantuan, dukungan, dan doa dari kalian semua. Saya cukup tergelitik dengan kehebohan sesaat itu karena sepertinya merekapun sama seperti saya. tidak percaya bahwa saya bisa menjadi peserta sidang terbaik untuk FKK kali ini. Sangat tidak percaya. Mereka semua juga tau siapa saya dan bagaimana saya, tapi karena mereka teman yang baik dan percaya akan nikmat Allah, mereka ikut berbahagia. Lepas itu, keadaan kembali tegang. Nasib teman-teman yang lain masih belum jelas. Saya bersyukur, yang lain lanjut berdoa, saya pun berdoa. Terus terus terus.

Subhanallah. FKK07 batch Oktober ini lulus 100%. Bisa ditebak, suasana ruangan mengharu biru. Semua senang. teman-teman yang menunggu diluar ruangan pun ikut bersorak sorai.

Subhanallah walhamdulillah, saya pun termasuk salah seorang yang menerima ucapan selamat. Saya menghubungi Ayah dan ibu saya dan orang terdekat saya. juga dosen pembimbing. Terima kasih bu Ninet, Pak Asep.

Saya sangat bersyukur sekali hari ini, sangat bersyukur sekali hari ini. teman-teman saya senang (dan mungkin bangga) atas keberhasilan saya dan kita semua. Semua memberi selamat. saya sangat terharu. Semua memberi selamat. Kakak kelas, adik kelas, teman-teman. semuanya.

Dan teruntuk Allah swt, terima kasih atas nikmat dan karunia hari ini. Jangan jadikan aku hambaMU yang lalai dan berputus asa. Jadikan hamba orang yang sabar dan pantang menyerah ya Allah. Jauhkan hamba dari kesombongan dan sifat-sifat buruk lainnya. Lindungilah semua orang yang hamba sayangi terutama keluarga, orang terdekat, dan teman2 saya ya Allah. Lindungi semua orang yang berjasa dalam hidup saya. semuanya ya Allah. Lindungi semua orang yang berkerja keras dan lindungi semua hewan yang ada didunia ini ya Allah. Amin Amin Amin. –> MONOLOG Sendiri

Tidak ada maksud sombong. Sungguh benar-benar hanya ingin mencurahkan kebahagiaan dan nikmat karunia hari ini agar setidaknya masih ada yang percaya, Allah selalu bersama kita πŸ™‚

Advertisements

4 thoughts on “anugrah Allah yang lain hari ini

  1. Selamat ya, Mbak.
    Perjuangan saya belum berakhir, nih. Tiba-tiba saja pembimbing 1 saya menyuruh saya tukar pembimbing.
    Sedih? Kecewa? Pasti.
    Tapi saya yakin, Allah menyimpan hikmah dibaliknya.

    Sekali lagi, Selamat πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s