Saya dan Jalan Hidup

Saya seorang mahasiswi yang biasa-biasa saja. Belum lulus dan berharap lulus dalam waktu dekat.

Sebelumnya saya pernah curhat soal keuntungan dan manfaat yang saya dapatkan selama proses TA disini.

Seperti yang saya katakan, saya mahasisiwi yang biasa-biasa saja. Tidak punya prestasi seperti teman-teman sebaya saya yang lainnya. Tidak menjadi presiden organisasi mahasiswa, bukan seorang motivator seperti Mario Teguh, bukan pemenang ajang apapun, tidak meraih gelar mahasiswa teladan di kampus, bukan pemenang lomba berskala nasional atau internasional. Bukan. Jangankan prestasi seperti itu, bisa mendapatkan IP semester diatas 3 pun saya sudah sangat bersyukur.

Sekalipun saya hanya orang yang sangat biasa dibandingkan dengan orang biasa-biasa lainnya tapi percayalah, sesungguhnya didalam jiwa yang selalu bergolak ini, saya sungguh ingin menjadi “seseorang” yang bermanfaat dan berguna untuk orang lain, dan membuat bangga orang tua saya dan orang-orang terdekat.

Seperti mahasiswa lainnya, saya juga sedang sibuk dengan tugas akhir, seminar, dan sidang. Dua proses sudah terlewat. Tugas akhir dan seminar. Baru saja kamis, 15 Sept kemarin. Sekarang saya menanti sidang minggu depan dan berharap lulus sebagai takdir terbaik saya setelah sidang. Amin amin amin. Sekarang saya hanya ingin bercerita tentang setidaknya setahun belakang yang saya jalani sebagai mahasiswa tingkat akhir. Bukan merasa istimewa tapi hanya ingin melepaskan rasa syukur ini saja. Terima kasih ya Allah atas jalan hidup ini 🙂

Saat mengambil Tugas Akhir (TA), saya dimasukkan ke dalam kelompok keilmuan (KK) biologi farmasi. Setelah proses yang panjang, akhirnya saya mendapatkan topik tentang tanaman bernama Bengle yang ingin saya buktikan aktivitasnya sebagai antinyamuk. Singkat cerita setelah pergulatan yang panjang, FIX judul penelitian saya yaitu :

Pembuatan Sediaan Minyak Atsiri Rimpang Bengle (Zingiber purpureum Roxb.) dan Uji Aktivitasnya sebagai Repelen terhadap Nyamuk Aedes aegypti

Bukan jalan yang mudah untuk nyaris setahun menjalani TA dengan judul diatas. Terutama karena saya adalah seorang mahasiswi farmasi klinik dan komunitas yang lebih akrab dengan dunia perklinikan. Tapi sepertinya ini adalah jalan terbaik karena dengan topik begitu ditambah dengan kelemahan saya dalam KK bernama Farmasetika (dan juga Farmakokimia), saya justru dipertemukan dengan dosen pembimbing serta saya. Dr. Sasanti Tarini Darijanto. Disinilah awal kekaguman saya terhadap ibu Ninet (panggilan bu Sasanti). TA saya pun dibantu dengan adanya penelitian sebelumnya tentang beberapa tanaman dari suku Zingiberaceae yang memiliki aktivitas antinyamuk (Penelitiannya Pak Ferry).

Dari awal memilih judul diatas, saya sudah tau bahwa akan banyak sekali cobaan dan masalah selama saya proses. Mulai dari ketidaktahuan saya sama sekali tentang formulasi, sampai dengan kegagalan dalam mebuat sediaan selama mungkin lebih dari sebulan. Cukup membuat frustasi dan hampir menyerah. Ketika saya hampir menyerah, selalu ada cara Allah untuk kembali menaikkan semangat saya. Ketika gagal dalam membuat sediaan padahal bahan sudah habis dan terpaksa memesan lagi dari luar kota, saya sudah nyaris depresi. Tapi kemudian, seorang adik kelas bercerita “Eh kak, tadi di kelas, Pak Asep (dosen pembimbing utama saya) cerita soal TA kakak. Dikit sih. Cuma cerita ada anak bimbingnya yang lagi kerja sama bangle trus diformulasi. Nggak bilang nama kakak, tapi udah pada tau aja.” Sederhana saja. Tapi untuk orang yang biasa-biasa saja seperti saya, kalimat itu justru mampu membuat semangat saya kembali terpacu. Sumpah. Akhirnya saya kembali bekerja dengan semangat dibawah bimbingan Ibu Ninet yang sabar dengan keawaman saya. Semua orang disekitar saya di lab juga tahu kalau saya gagal terus, sampai terus saja mencoba. suatu saat ketika mencoba, akhirnya saya berhasil. Mungkin terdengar remeh akan kegagalan saya dalam membuat sediaan ini bagi orang yang profesional, tapi percayalah saya SUNGGUH MATI2AN hanya untuk dapat membuat si sediaan basis (tanpa zat aktif minyak atsiri rimpang bengle) berbentuk menjadi krim. Saat itu saya ingat sekali bagaimana senangnya saya. senang sekali. Sampai ketika saya datang ke lab sebelah pun, teman2 seperjuangan disana memberikan selamat secara antuasias. Sungguh miris sekaligus mengharukan.

Akhirnya tahap bagian formulasipun saya lewati dengan usaha maksimal dan sampailah pada saat yang dinantikan. Uji Aktivitas si sediaan itu. Sebenarnya cukup takut akan hasil penelitian kali ini, bagaimana kalai seandainya gagal atau sediaan tidak punya aktivitas? Pasti berpikir begitu. Tapi yah lagi-lagi, jalani saja. Saya dan dua orang teman saya (yang bersedia menemani saya) diantar langsung oleh Sang Dosen Pembimbing Utama (Banyak teman-teman yang iri akan kebaikan bapak dosen dan atas keberuntungan saya) ke Pangandaran, tempat dimana lab nyamuk berada. Dekat dengan pantai Pangandaran, hanya 3 km. Saya belum pernah kesana. Tapi ajang kali ini sungguhlah bonus yang luar biasa untuk penelitian saya. Penelitian dimulai hari Senin kalau nggak salah. Dan Pak Dosen sengaja meminta berangkat lebih cepat. Karena apa? Karena ternyata Pak Dosen menganjurkan pada saya untuk JALAN-JALAN DULU KE PANTAI PANGANDARAN. Kali ini wajar kalau semua teman-teman SANGAT TERAMAT IRI pada saya. Yeah! Niat melakukan penelitian tapi mendapatkan bonus lebih. Dan liburan ke Pangandaran kali ini sangat bisa memompa semangat saya untuk lebih bersemangat dalam penelitian. Dua orang teman saya yang menemani pun ikut terpompa semangatnya setidaknya (Ya kan El, The?). Entah hal keberapa yang dapat membuat iri, tapi sungguh, penelitian dan semua akomodasi saya selama liburan dan penelitian ditanggung oleh Pak Dosen. Sungguh sangat berterima kasih pak. Padahal saya cuma mahasiswa biasa saja dengan keberuntungan yang random pak. Tapi Terima Kasih pak.

Setelah semua itu berlalu, sampailah pada tahap seminar. Sebenarnya seminar saya jauh dari kata luar biasa. Sungguh sangat biasa bahkan pribadi saya katakan performa saya memalukan karena tidak bisa menjawab semua pertanyaan. Tapi seminar hari itu tidak akan saya lupa. Karena diakhir seminar dihari itu, dosen pembimbing serta saya yang menjadi orang yang sangat saya kagumi belakangan ini mengatakan penutupan yang sungguh, sungguh, sungguh membuat saya terharu. Ibu bilang, “Saya sungguh sangat bangga dengan mbak rini ini karena dengan basic-nya yang FKK, tapi akhirnya mampu membuat sediaan. dan jadi. Saya benar-benar salut karena beliau ini bolak-balik terus membuat sediaan.” Intinya itu, tapi percayalah, saat itu, diruangan itu, rasa haru itu jauh lebih kuat saya rasakan. Padahal sehari sebelumnya, Ibu bilang tidak bisa datang karena kuliah. akhirnya saya cuma bisa meminta doa untuk kelancaran seminar. Tapi pada hari dimana saya seminar, tiba-tiba saja Ibu datang dan duduk. Saat itu, kedatangan ibu sungguh sangat bisa membuat saya senang dan tenang. benar.

Setelah selesai presentasi seminar dan istirahat, saya pun mengunjungi lab teman dimana juga sedang berada seorang kakak S2 yang saya kenal. Trus si kakak tiba-tiba bilang,”Rin, tadi sebenernya ada kuliah S2 sama bu Ninet. Tapi, ibunya bilang kuliahnya diundur soalnya ada anak bimbingannya dari FKK yang mau seminar. Trus aku bilang, Rini ya Bu? Trus ibunya cerita gitu-gitu…” Sungguh saya sangat terharu mendengar cerita kakak kelas itu. Mungkin itu bukan apa-apa tapi itu sesuatu buat saya. And it touches my heart. Deeply. 

Saya tidak berharap muluk-muluk melaui penelitian yang saya lakukan karena dosen pembimbing pun mengakui, penelitian saya hanyalah penelitian pendahuluan saja. tidak detail dan dalam. Jangankan untuk dilanjutkan penelitiannya, untuk diceritakan pada orang lain saja saya tidak pernah bermimpi. Tapi ketika kemarin dan hari ini saya menerima SMS dari adik kelas yang baru akan memulai TA, kejutan dari Allah yang lain lagi datang menghampiri saya. Sederhana saja tapi sungguh membuat saya AMAT SANGAT BERSYUKUR. Saya menemui adik kelas yang menghubungi saya dan mereka bertanya soal TA saya walaupun sungguh, saya merasa malu dan minder ketika mereka bertanya. Mereka adalah adik kelas dari jurusan Sains dan Teknologi Farmasi, bukan Klinik. Hal semacam ini sungguhlah lebih familiar untuk mereka.

Ketika mereka bercerita bahwa Bu Ninet bercerita soal saya dan TA saya dan mengatakan kalau bu Ninet cukup salut karena kemauan saya mengerjakan TA ini. Selain senyum dan rasa syukur dalam hati, tidak ada lagi hal yang terucap. ternyata mereka berencana untuk mengambangkan TA saya. Pengembangan yang lebih baik lagi 🙂 Sebenarnya mendengar mereka punya niat untuk melakukan penelitian lebih lanjut dari yang saya lakukan saja sudah sungguh sangat-sangat membuat saya terharu. Terima kasih ya Allah… 😀 Terlepas dari jadi tidaknya penelitian lanjut mereka, tapi sungguh semoga saja yang saya lakukan dapat bermanfaat dari orang lain.

Kejadian hari ini mendorong saya untuk bercerita pada orangtua saya dan lagi-lagi, saya kembali terharu atas balasan dari Ayah saya.

“Alhamdulillah ya Allah mahasusci Engkau ya Rabbi. Terimakasih ya Rahim, tlah engkau dengar doa tulus kami, tlah engkau beri anak kami kemudahan dlm kuliahnya, dan jadikanlah anak kami ini rendah hati dan tawakkal. beirlah kesehatan dan kuatlah iman -nya. Rini sadonyo adolah usaha ni jo berdoa, semoga Tuhan tetap memberi petunjuk ka rini, bersyukurlah kepada Allah. ayah jo ibu akan tetap mendoakan. alhamdulillah ya rabbi”

Jangan tanya lagi bagaimana rasa haru ini membuncah menuju permukaan. Saya belum jadi apa-apa, bukan siapa-siapa. Membuat bangga orangtua pun tidak pernah. Tapi saya selalu berusaha. Insyaallah. Dan semoga Allah selalu menuntun hati ini untuk selalu berbuat hal yang positif dan bermanfaat bagi orang lain. Dan selalu mengingatkan saya ketika saya salah.

Saya tidak ingin muluk-muluk. Tapi orang biasa seperti saya tentu saja sama seperti orang luar biasa lainnya, ingin bermanfaat dan berguna bagi orang lain. Dan Semoga saya bisa membuat Allah, Orang tua dan orang terdekat saya bangga pada saya. Semoga. Dan semoka saya selalu dingatkan ketika berbuat salah.

Dalam hidup ini pastilah banyak aral melintang yang akan menyandungkan dan menjatuhkan langkah kita. Tetapi fokuslah pada nikmat dan cara untuk kembali bangkit. Teruslah bersyukur karena dengan begitu Allah sedang bersiap-siap untuk melimpahkan rahmat-Nya yang lain 

(Saya yang bukan siapa-siapa)

Advertisements

4 thoughts on “Saya dan Jalan Hidup

  1. ah, membaca postingan ini membuat saya sungguh terharu..
    Semoga dimudahkan yaa jalan menuju Sabuganya.. 😀
    bighug >:D<
    *dan mengingat-ingat jaman TA dulu yang kalau dipikir-pikir secara logika tidak mungkin saya melewatinya, kecuali dengan izin Allah..dan usaha keras kita pastinya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s