Today’s diary

Lama tidak memposting maka postingan kali ini dibuka dengan cerita saja

Hari ini, Sabtu tanggal 10 september 2011. Saya mengawali pagi dengan bangun pada pukul 05.00 dan bersiap-siap menuju travel untuk segera berangkat ke Jakarta. Mari kita pergi kondangaaaann! Walaupun jauh tapi berhubung tapi karena nikah temen, ya dibela-belain ke Jakarta. Selamat menempuh hidup baru Dwi Yohafetri Yuna 🙂 Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawardah dan warahmah 🙂 Happily Ever After dan berjodoh dunia akhirat 🙂

Menuju ke pernikahan Ocha itu saya naik travel bersama dengan seorang adk kelas yang ternyata bersama teman-temannya. Saya pikir bisalah ya gaul sama orang-orang baru. Awalnya sih gitu. Tapi ketika sampai di gedung resepsi mereka bertemu dengan teman-teman mereka, udah macam nenek-nenek ompong saja saya berdiri diam memaku di dinding. Akhirnya saya memutuskan untuk berkeliling dan mencari orang yang saya kenal. Yipppiyo, bertemu dengan Uci dan Yangi yang ih waaawww cantik kali. Kayak udah pengalaman mau kondangan aja…Kami pun mengabadikan pertemuan kami yang merupakan anugrah terindah untuk saya hari ini karena akhirnya tidak sendiri lagi…

Uci, rini, yangie

Lumayan foto diresepsi orang. ahahaha. Saya cukup bersantai dan bergembira ria di resepsi itu, sampai sebuah sms masuk dan membuat segala hal yang indah menjadi sekejap mata hilang saat itu. Tak dinyana, tak diduga ternyata eh ternyata pak dosen pembimbing yang mengirimkan sms yang mengatakan bahwa draft saya sudah dibaca dan banyak yang harus direvisi dan saya ditunggu ke rumah pak dosen jam 4 sore (saat saya membaca pesan sekitar jam 10 atau 11).

JEDDDYYYAAAAARRRRR!

Hening sejenak. Membaca lagi pesan di hp dan berharap mana tau salah baca. benar. hari ini. jam 4 sore. Dimulailah ketar-ketir saat itu juga. Tapi bersyukur pada Allah karena pada saat itu saya tidak sendirian. Semua memang sudah diatur. Saya bertemu Yangie dan Uci. Teman seperjuangan menuju wisuda Oktober *amin ya rabbal alamin*. Serangan panik dimulai dan sungguh beruntung ternyata Yangie membawa mobil pribadi. Smebari menunggu untuk bersalaman dengan pengantin saya masih saja panik dan merasakan seperti ada kupu-kupu di perut.

Saya : Ngi, kayak ada kupu-kupu di perut *sambil mengusap perut*

Yangie : Iya. ada istilahnya. butterfly in my tummy.

Uci : apa?

Yangi : butterfly in my tummy.

Saya : butterfly in my stomach waktu les dulu. *walaupun artinya sama saja tapi malah ngebahas istilah*

Sambil berpanik-panik ria, saya tetap menunggu sampai giliran untuk bersalaman dengan mempelai dengan tidak sabar. Akhirnya kelar salaman. Tarus, Yangie langsung menuju ke temannya untuk mengurus permobilan yang akan digunakan ke Bandung lagi. Ternyata ada yang harus ditunggu. Sambil menunggu, akhirnya saya memutuskan untuk mencicipi hidangan. Berjalan menuju prasmanan sambil masih tetap panik tapi dengan tangan yang seolah berbeda dengan pikiran. Pikiran panik tapi tangan tetap lihai untuk mengambil makanan yang ingin saya makan.

Kelar makan, akhirnya balik. Naik mobil Yangie. Mantap kali Yangie ini, nyetir sendiri langsung ke Bandung. Cewek tangguh memang. Sepanjang perjalanan sambil ngebut adalah hal lain yang menyenangkan hari ini. Sembari saya masih tetap panik walaupun sejujurnya saya menikmati kepanikan itu. Panik takut tidak sampai tepat waktu untuk bimbingan dan panik karena takut kena damprat juga. Tapi sepanjang perjalanan adalah hal yang sangat menyenangkan karena selama sekitar 2 jam perjalanan itu, banyak hal yang saya bahas bersama Yangie dan Uci. Mulai dari Lady gaga sampai psikologi. Super nyamanlah pokoknya permbicaraan kali itu sampai bisa membuat getar-getir saya hilang.

Sampai di Bandung, barulah saya teringat lagi urusan yang membuat saya balik secepat mungkin ke Bandung. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore, akhirnya mengambil apa yang perlu saya langsung berangkat menuju rumah pak dosen dan itu memakan waktu 1 jam perjalanan. sesampainya di rumah pak dosen, langsunglah dimulai  dengan pak dosen menunjukkan draft yang saya kumpulkan. tidak ada hal yang saya perhatikan awalnya selain banyaknya coretan *kalau yang ini kebangetan banyaknya* di draft saya. Dibuka dengan komentar bapak lah ya soal ketidakberesan draft itu. Tapi diskusi kali itu berjalan baik dan bersahabat. Saya nggak didamprat. alhamdulillah ya Allah 🙂 Bahkan saya disodori kue lebaran sama ibu istrinya bapak. ahehehehe. diskusi kali itu menurut saya cukup serius karena begitu sadar, ternyata sudah memasuki waktu magrib. tapi yang jelas, bimbingan kali itu membuat saya jauuuhhhh lebih lega karena sudah beberapa hari ini memang tidak enak tidur karena stress memikirkan draft. Yoilah. pak dosen emang selalu tahu kapan saya harus dibimbing dan bagaimana menghilangkan kegetiran akibat stress TA ini. Semoga saya tidak mengecewakan orang tua, si tuan, bapak dan ibu dosen, dan teman-teman lah ya atas kerja dan hasil saya ini…

 

terpenting lagi, semoga saya dan teman-teman lainnya dimudahkan dan dilancarkan jalan menuju peraihan gelar sarja pertama kami. amin amin amin 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s