Kisah si Jilbab Super

Tiba-tiba saja hari ini ketika saya berada diangkot dan sedang bercerita dengan seorang teman soal kejadian yang humoris yang pernah kami alami, akhirnya aku pun teringat sebuah kisah klasik yang cukup suram untuk kembali direka ulang. kejadiannya sekitar 5 tahunan yang lalu sewaktu saya masihduduk di kelas 2 SMA. Sewaktu itu saya sedang sangat keranjingan mengikuti les bahasa jepang.

Saya datang seperti biasa tanpa ada tanda-tanda marabahaya yang akan terjadi. Masuk dan duduk dan berbicara dengan sensei dan teman-teman sebelum kelas dimulai. saat itu saya memang sudah mengenakan jilbab, tapi jilbab yang saya kenakan dulu adalah jilbab yang instan yang *hmmmm…old style* ada renda-rendanya di ujungnya dan pengikat dibelakang kepala. seperti mukena yang dijadikan jilbab…

Kami semua memang akrab waktu itu di tempat les itu. saling mengenal satu  sama lain karena memang kelasnya kecil. akhirnya setelah tepat waktunya kelas dimulai, kami pun menuju kelas. Seperti biasa saya selalu duduk di urutan paling depan. dekat dengan papan tulis putih yang menggunakan spidol. semua masih berjalan seperti biasa. Tidak ingat apa yang saya pelajari waktu itu, tapi ketika itu saya cukup serius belajar bahasa jepang ditambah lagi ekspektasi sensei yang selalu beranggap saya sedikit diatas rata-rata dari yang lain.

Saat sedang seriusnya belajar, ponsel saya waktu itu bergetar yang cukup membuat saya sedikit terkaget. dari Ayah. entah apa tapi seperti akan bertanya kapan selesai si les ini. saya mengeluarkan ponsel dari saku dan menggenggamnya di tangan mencari momen dimana saya bisa menginterupsi sensei dan minta izin keluar. Ketika sensei berhenti menjelaskan sejenak, saya langsung melihat ke arah sensei dan berkata, “Sensei mau izin keluar sebentar…” Sensei memberi izin…”Hai…hai…doozo…”

Cukup panik waktu itu karena ditelpon Ayah, akhirnya saya bangkit berdiri dengan sedikit tergesa dan mulai melangkah dengan tergesa yang membuat jilbab saya waktu itu berkibar seperti rok bagaikan di film-film slow motion. Saat akan berjalan saya merasa jilbab saya tersangkut sesuatu dan…

BRAAAAKKKK!!!!!

Sebuah bunyi hempasan yang keras menggemparkan ruang kelas. saya butuh waktu beberapa detik untuk menyadari apa yang terjadi. Semua orang diam dan hening. Termasuk sensei dan teman-teman. Terkejut tepatnya dengan mata ke arah bawah. Saya mengikuti arah pandangan mereka dan YA ALLAH..omaigooooooooooooodddddd… papan tulis yang tadinya bertengger didinding sekarang sudah terlentang dilantai dengan indahnya. Saya memucat… tidak tahu siapa yang memulai tapi kelas mulai riuh dan teman-teman mulai tertawa keras. Oh Tuhan…jilbab saya tadi tersangkut diujung papan tulis dan entah tenaga kuda darimana jilbab itu akhirnya mampu menjatuhkan papan tulis yang bertengger dengan kuat didinding itu. Muka saya memerah tapi spontan meraih kepala untuk memastikan tidak ada keanehan yang terjadi. sembari ikut tertawa karena tidak tahu lagi harus memberikan respon apa, saya menemukan jilbab saya masih trpasang dengan rapi dan tanpa robekan sedikitpun.

Saya langsung meminta maaf pada sensei yang saat itu masih terkejut dan tertawa. Sugoiiiiiiiii rini_chan! BRAVOOOO! you have lowered your image in front of them. SUGOIIIII!

dengan kepasrahan dan kebatalan mengangkat telpon dari Ayah, saya mengangkat papan tulis itu lagi kembali ke tempatnya semula. Hari itu tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

 

#tribute to my jilbab super! What you’ve done was absolutely BRAVO! Hahahaha.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s