Jangan pernah terlalu…

Ibu sering berpesan, “Jangan pernah terlalu membenci sesuatu karena bisa saja kamu menjadi suka apa yang kamu benci. dan jangan pernah terlalu menyukai sesuatu karena bisa saja apa yang kamu sukai jadi apa yang kamu benci.”

Apa yang ibu bilang itu benar adanya. sangat benar. saya sering sekali mengalami apa yang ibu katakan itu walaupun saya sudah berusah untuk bersikap biasa dan tidak terlalu berlebihan.

kali pertama apa yang ibu katakan itu benar adalah ketika pada waktu SMA dulu. ketika diadakan seleksi oleh organisasi siswa di sekolah. ketika seleksi diadakan dan banyak siswa yang mengikuti, saya melihat seorang siswa yang juga mengikutinya. saya tidak kenal. saat itu pun saya tidak mau tahu. apa gunanya. tapi siswa yang tidak saya kenal itu langsung bisa membuat saya sangat tidak menyukainya. karena ia berpakaian seperti apa yang saya sangat tidak sukai. sesimpel itu saja saya tidak menyukai siswa itu. disinilah apa yang ibu katakan mulai benar terasa adanya. tidak tahu apakah bisa dibilang karma tapi yang jelas siswa yang saya benci itu justru sekarang menjadi orang yang paling dekat dengan saya (selain keluarga tentunya). memang merasa sangat tidak enak untuk menelan ucapan sendiri. tapi dari apa yang tidak saya sukai pada orang itu, hal yang saya sukai dari orang itu justru lebih banyak. ckck. mungkin disinilah maksud dari apa yang ibu katakan. jangan terlalu berlebihan membenci sesuatu karena ternyata apa yang saya benci itu adalah hal yang remeh.

bukan hanya kali itu saja. masih di zaman *berasa tua* yang sama. ada beberapa orang siswi di sekolah yang juga saya tidak sukai (hmmm…sebagian orang pun juga merasakan apa yang saya rasakan pada siswi-siswi itu tapi saya tidak tahu apakah mereka juga mengalami hal yang saya alami). untuk alasan yang sangat subjektif dan cukup tidak dewasa, saya tidak menyukai mereka. dalam kadar yang cukup tinggi. yah… namanya juga anak remaja. sedewasa apa sikap yang saya bisa munculkan saat itu. masih dengan alasan yang sama, ketika kami berada dalam organisasi siswa intra sekolah atau organisasi yang sejenis, akhirnya saya mulai mengenal mereka. dan voila. begitu saja. kami bisa dekat begitu saja. padahal dulunya mereka adalah orang yang tidak saya sukai. tapi syukurlah, setidaknya Allah menghilangkan penyakit hati berupa ketidaksukaan saya itu dan menggantinya dengan keakraban dengan mereka. saya cukup bersyukur pernah tidak menyukai mereka karena dari sana saya belajar betapa tidak dewasanya saya dalam menilai. 🙂

sekarang pun ternyata saya masih bisa begitu. Lantangnya, sekarang saya adalah seseorang yang tidak menyukai hal yang terkait dengan artis-artis korea. maksudnya dulu sih biasa saja tapi sejak “pria dengan muka-muka cantik yang cantiknya terkadang bisa melebihi wanita dan berjoget-joget yang membuat histeria massa” sungguh sangat bisa membuat saya tidak menyukai artis-artis tersebut. dalam pikiran saya, sejak menjamurnya mereka dimana-mana bahkan dikalangan teman saya sendiri, semakin membuat saya memalingkan muka pada mereka. tapi tidak apatis. hanya tidak suka. kebalikannya, saya justru menyukai hal yang berkaitan dengan jepang. dalam hal dorama, film, komik, kartun, sampai artisnya yang saya bisa katakan walau kadang mukanya biasa tapi mereka bisa bersikap maskulin atau cukup macho. begitulah ya…. sampai akhirnya dimana korea benar-benar menjamur sampai film jepang yang bagus pun yang layak tonton cukup sulit untuk dicari di pasar-pasar yang jual dvd itu loh. sementara saya masih butuh hiburan untuk menonton film-film asia. akhirnya saya berdamai dengan keadaan, setelah benar-benar memastikan hanya akan mencari film yang benar-benar terkenal dan direkomendasikan oleh teman-teman saya yang tergila-gila akan korea, saya pun menontonnya. disinilah apa yang pernah ibu katakan terbukti lagi. sialnya, film yang saya tonton itu bergenre komedi. genre yang sangat saya sukai selain action. ditambah lagi muka artis yang saya tonton disana itu nggak cantik sama sekali. masih setipe dengan muka artis jepanglah. ditambah lagi ternyata artis itu punya otak yang cerdas diatas rata-ratalah. disinilah karma kembali terjadi. akhirnya benar yang ibu katakan. ketika berlebihan tidak menyukai/menyukai seuatu, maka bisa saja terjadi kebalikannya. justru sekarang saya menjadi orang yang cukup suka dengan film korea *terutama artis yang itu sih yang agak malu nyebutinnya. cukup orang-orang terdekat saja yang saya beritahu.hahahaha*

selain apa yang saya tidak sukai, apa yangs angat saya sukai berubah menjadi tidak suka pun pernah saya alami. kalau diingat-ingat lagi, untuk hal yang satu ini sampai sekarang masih bisa terasa kecewa, marah, sedih, kesalnya. tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi kalau boleh jujur penyebab ketidaksukaan pada hal yang pernah sangat saya sukai selama 11 tahun ini dipicu oleh oknum-oknum yang bahkan ingin saya katakan pada mereka “anda siapa sih bisa ngejauhin saya dari apa yang saya sukai”. kegilaan saya pada hal yang selama 11 tahun saya geluti itu bahkan bisa sekejap saja dilunturkan hanya dalam waktu kurang dari setahun. gila! gila banget orang-orang itu. tapi setidaknya sekarang sekalipun sudah tidak sama sekali bersentuhan dengan hal itu, saya masih akan mencoba untuk bisa lagi kembali pada hal tersebut. setidaknya suatu saat.

intinya, memang benar apa yang dikatakan ibu. dalam sesuatu hal, memang tidak boleh untuk terlalu berlebihan. karena berlebihan itu bukanlah hal yang baik. kalau dipikir-pikir, sesuatu yang berlebihan itu terkadang dimulai atau disebabkan oleh hal-hal yang remeh yang terkadang karena sikap berlebihan ini justru menjadi tameng untuk bisa bersikap positif atau terbuka. yah yah. setidaknya sampai sekarang saya berusaha sebisa mungkin untuk tidak lagi berlebihan menyukai sesuatu atau berlebihan membenci sesuatu sekalipun terkadang sikap berlebihan tidak menyukai/menyukai sesuatunya itu datang saja secara tiba-tiba.

tapi semoga saja, kalaupun itu terjadi lagi, semoga selalu berujung pada hal yang positif pada akhirnya seperti cerita saya dengan seseorang dan teman-teman saya diatas 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s