Mission (almost) COMPLETE! It’s STILL almost!

Dulu, bingung mau pilih kelompok keilmuan (KK) mana. Tapi setelahnya langsung memantapkan hati di KK Biologi farmasi kan? Langkah 1 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana 

Lalu, masuk ke biologi farmasi. Dapat pengarahan tentang tugas akhir lagi dari ketua KK lalu memilih dosen. Dulu, bingung milih dosen yang mana. Setelah berpikir lama-lama, akhirnya bisa memilih dosen pembimbing juga kan? Dapet dosen sang ahli lagi… Langkah 2 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana √

Giliran masuk ke tahap yang lebih maju yang akan menentukan setahun ke depan. Memilih topik. Dulu, ampun-ampunan bingung memilih topik yang cukup menarik tapi masih bisa dikerjain untuk Tugas Akhir. Sampai akhirnya berpikir. berpikir. terus berpikir sampai membuat khawatir orang rumah karena tumben-tumbenan rajin mikirin kuliah. Akhirnya, diputuskanlah setelah jalan yang sangat panjang dan sempat salah persepsi dengan dosen pembimbing untuk memilih TA dengan 3 tema utama : Tanaman Bangle, Bikin sediaan, Uji aktivitas (yang tidak mengorbankan binatang sampai bunuh-bunuhan) –> Nyamuk. Langkah 3 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana √

Ennnahhh. Giliran tinjauan pustaka. setelah alhamdulillahirabbil alamin mendapatkan pembimbing serta seorang dosen yang juga ahli dibidangnya, dimulailah perjalanan pencarian tinjauan pustaka. Walau tertatih, selesai juga kan? Walaupun tidak lengkap. Langkah 4 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana √

OK!

Kerja! Dimulailah kerja. Langkah awal kerja. Destilasi minyak atsiri di Lembang. Apapun aral yang melintang, akhirnya kelar juga langkah itu kan? KELAR kan? Satu tahap lagi terlewati. Langkah 5 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana √

Nah. setelah selesai destilasi. Giliran formulasi. giliran membuat si minyak atsiri ini diformulasi untuk menjadi bentuk krim. Ini dia. ini dia tahapan yang paling memakan waktu, tenaga, uang, dan emosi. Entah salah apa, entah salah siapa. Tapi bukan salah Bunda mengandung. Jangankan bentuk krim yang baik, jadi juga enggak si sediaannya. Niat bikin krim, malah jadi busa detergen. Proses kegagalan ini memakan waktu yang cukup, cukup, cukup lama. Sekitar 5 bulan. Waktu yang sangat tidak wajar hanya untuk mencoba terus, terus agar bisa membuat sediaan. Dengan entah berapa ember air mata, entah berapa ribuan kata motivasi untuk terus lanjut maupun motivasi untuk ganti topik, akhirnya berhasil membuat sediaan krim. setidaknya bentuknya seperti krim. Diiringi dengan tepuk tangan dari beberapa teman seperjuangan dan kata “Selamat ya Rin, akhirnya jadi” (kalau yang ini beneran), maka bersyukurlah saya. Langkah 6 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana √

Langkah 1 sampai 6 diatas adalah langkah dimana yang berperan penting adalah usaha keras dan tidak putus asa. Tapi ternyata saya berhasil melewatinya. walau mungkin tidak sempurna. mungkin jauh dari sempurna. tapi akhirnya saya berhasil juga kan melewati langkah 6 yang sangat kritis dan kontroversial itu? Kenapa kontroversial? Banyak hal. diantaranya, banyaknya komentar tentang kerja TAnya sendiri seperti “FKK tapi kok kerja kayak STF sih?”, komentar tentang proses TAnya sendiri “Apa?Matkan aja nggak tau?” dan banyak hal lainnya. tapi Alhamdulillah, itu sudah terlewati. Dan saya sungguh berterima kasih kepada dua orang dosen pembimbing saya yang BRAVO. SANGAT SUPORTIF.

Tahap selanjutnya adalah tahap yang menyenangkan. setidaknya ada bagian menyenangkannya. Bagian uji aktivitas. Syukurnya, uji yang dilakukan bisa sekalian jalan-jalan ke pantai Pangandaran mumpung lab nyamuk untuk uji aktivitas ada di sana. Berangkatlah ke sana. Tahap kali ini bisa dibilang tidak seberat tahap sebelumnya. Begitu saya pikir setidaknya. Sampai akhirnya saya melihat data hasil penelitian yang yah… sedikit hmmm…bukan sedikit tapi sangat membuat galau. membuat saya galau (galau adalah kata populer selain labil untuk zaman sekarang). tetapi setelah mendapat dukungan dari dosen…

Saya : Pak, kemarin datanya sudah dianalisis dan bapak suruh bikin skripsi kan Pak. Tapi data saya jelek pak.

Dosen : Tidak apa-apa. Bahas saja.

Terima kasih Tuhan, setelah mendapat dukungan dosen. Akhirnya saya memasukkan data dan hasil analisisnya.

Langkah 7 dari 10 tahapan menuju gelar sarjana terlaksana √

Nah dari sinilah, badai kemalasan mulai melanda jiwa. Bukanlah hal yang sulit untuk menulis. Tapi malasnya itu. LUAR BIASA. Padahal hanya tinggal 3 langkah lagi menuju gelar sarajana. Skripsi, Seminar, Sidang. Selesai untuk S1.

Malas. malas. malas. diulang sampai kata itu tidak memiliki artinya lagi pun, tidak membuat rasa malas menghilang.

Tapi tapi tapi

Ketika membayangkan seulas senyum dari orang tua dan orang terdekat saya tersenyum apabila saya berhasil menyelesaikan tahap sarjana ini, setidaknya mampu membangkitkan semangat menulis (skripsi) lagi.

Ayo rini! Hampir selesai TIDAKLAH SAMA dengan selesai. Bahkan hampir selesai tidak akan pernah berubah menjadi selesai kalau terus bermentalkan “hampir selesai”. OK. OK. OK.

Sekarang sudah akhir juli. tanpa diingatpun, bulan september sudah makin mendekat. Maka dari itulah, saya sungguh sangat ingin mengubah kata HAMPIR SELESAI itu tereduksi hampirnya dan berubah menjadi SELESAI.

OK! Mari menulis. Menulis skripsi!

(Yah Setidaknya, setelah menulis postingan ini walaupun sudah bukan jam biologis untuk beraktivitas, tapi karena sedang mendapatkan mood, sebelum kehilangan, mari skripsian. Di hadits dikatakan “Sampaikanlah walau satu ayat”, Maka kali ini katakanlah

“Menulislah (Skripsi) walau satu kalimat (kalau bisa satu bab)!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s