Tentang Tugas Akhir (saya)

berdasarkan dari sumber yang saya dapat, Tugas Akhir itu pengertiannya :

Tugas Akhir (TA) adalah sebuah mata kuliah yang harus ditempuh oleh seorang mahasiswa menjelang akhir studinya. Mata kuliah ini berbentuk proyek mandiri yang dilakukan oleh mahasiswa di bawah bimbingan dosen pembimbing. Karya ilmiah yang dimaksud dapat berupa laporan ditulis sesuai dengan pedoman tugas akhir.

Bukan dari kamus besar Bahasa Indonesia karena saya tidak (mampu) menemukan arti katanya. Namun begitu, saya sungguh sangat setuju dengan pengertian tentang Tugas Akhir di atas. Secara Harfiah. Kalau boleh menambahkan pengertiannnya, maka saya juga akan sedikit memodifikasi dan mempersingkat pengertiannya, yaitu :

Tugas Akhir (TA) adalah sebuah mata kuliah yang (mau tak mau) harus ditempuh oleh seorang mahasiswa menjelang akhir studinya yang sangat melanda jiwa dan membuat resah gelisah.

Jika dihitung tepat sejak mengambil mata kuliah ini, maka saya nyaris setahun telah bercengkrama dengan makhluk tak berwujud yang bernama tugas akhir ini. jangan ditanya seberapa besar pengaruhnya selama setahun itu pada saya. Tapi cukuplah membuat mimpi malam saya dihantui cukup sering oleh Tugas Ahkir ini. Oh ya. Tugas Akhir saya sendiri berkaitan dengan tanaman rimpang yang dikenal dengan nama Bangle (banyak yang tidak tahu. Saya pun merasa kalau bukan karena Tugas Akhir, saya tidak akan pernah merasa tahu), berkaitan dengan nyamuk, dan sediaan. dan juga dosen (dan jalan – jalan).

Tapi berhubung, hubungan saya dan Tugas Akhir ini sudah cukup lama terjalin dan berharap putus dalam waktu dekat, karena harus berhubungan lanjutan dengan skripsi (buat saya, skripsi itu lanjutannya TA. yang bagian tulis menulis hasil tugas akhir itu loh), maka kali ini saya memilih untuk menyanjung puji Tugas Akhir saja. Terima kasih Tugas Akhir karena sejauh ini sudah banyak kesenangan yang saya dapatkan dari kamu *selain gundah gulana galau juga*.

1. Bisa jalan – jalan ke Lembang (ke Kebun Percobaan Manoko)

Yah setidaknya jalan – jalan ke Lembang bisa sejenak menghilangkan pikiran – pikiran resah tentang TA. selain juga sambil ke Lembang itu sambil ngerjain TA juga. tapi berhubung di sana sejuk dan jauh dari hiruk pikuk dan (cukup) panasnya Bandung, jadi saya sungguh sangat nenikmati perjalanan ini *walaupun nguras kantong juga karena mau destilasi minyak atsiri rimpangnya bayar (semoga di re-imburse.amin.)*

2. Belajar banyak hal baru

kebetulan topik TA yang saya ambil agak kurang sesuai dengan jurusan klinik yang saya ambil. Jadi saja saya belajar banyak hal dari TA ini. cukup repot juga sebenarnya. Tapi orang – orang seperti saya ini, kalau tidak dipaksa belajar, ya nggak akan belajar Makanya inilah saya memberanikan diri untuk mengambil topik TA ini. Toh juga sasaran TA nya sama. Menyelesaikan masalah di masyarakat. Sekalian aja. Sekalipun tertatih dalam pengerjaannya, tapi berkat dosen pembimbing yang super dan teman-teman yang mendukung, setidaknya sampai sekarang saya sudah bergerak maju (bahkan nyaris selesai) padahal di awal perjalanan dulu sempat merasa hampir nekat untuk ganti topik. Semoga perjalanan menuju skripsi, seminar TA, dan sidang ke depan lancar! amin amin amin (begitupun dengan teman-teman lainnya)

3. Melatih Ketidakbisaan

topik TA yang saya ambil sekarang ini selain juga tidak begitu dalam di pelajari di jurusan farmasi klinik dan komunitas yang saya ambil, juga merupakan topik yang saya sangat lemah terhadapnya. Maksudnya, topik saya ini masih berkaitan dengan mata kuliah yang dulu pernah saya ambil terkait tentang membuat sediaan, yaitu Compounding dan Dispensing. Mata kuliah ini termasuk kedalam kelompok keilmuan Farmaseutika. dan sayangnya, saya sungguh teramat sangat lemah dalam semua mata kuliah farmasetika ini. tapi kenapa saya dulu memilih topik ini? Saya pun tidak tahu kenapa. Tapi yang jelas, hikmahnya sekarang, saya (kembali) dipaksa untuk belajar lagi. Yah, Tugas Akhir ini membuat saya melatih ketidakbisaan saya. Sampai sekarang pun saya tidak pernah menyesal untuk memilih topik ini.

4. Melatih Mental dan Emosional

Dalam pengerjaan tugas akhir sudah pasti akan banyak bersinggungan dengan berbagai pihak. Saya sendiripun begitu. Mulai dari dosen (yang sewaktu-waktu bisa saja ngebantai apalagi kalo sampe ditanya dan nggak bisa jawab), petugas lab (yang awalnya banyakan galaknya tapi sekarang udah akrab), sampe sama teman-teman sendiri pun yang kadang bikin mental jiper *yang bikin kesel juga kadang – kadang ada yang muncul*. Namanya juga tugas Individual, ya kalo susah, tanggung sendiri. Adapun yang namanya sahabat, paling banter juga bakal berempati (ini kalo untung dapet sahabat yang se OKE itu), kalo nggak. Ya tahan – tahan aja “DERITA LOE“. Yah, Kita masih punya Allah untuk mengadu dan keluarga untuk berkeluh kesah juga kok 🙂

Tapi percayalah, setelah semua badai itu berlalu (setidakya badai yang pernah lewat sampai sekarang ini) pasti selalu ada pembelajaran positif yang bisa di ambil. Bahkan bukan tidak mungkin membuat kita menjadi sosok yang lebih tangguh dari sebelumnya.

Hidup tanpa ujian selain non sense juga nggak enak

Yah, layaknya pisau yang semakin diasah semakin tajam, manusia pun akan semakin tangguh kalo udah ngelewatin yang namanya beban atau apapun itu yang kadang tidak diharapkan.

5. Jalan – Jalan Ke Pangandaran (khusus TA saya nih)

Hahahaha. Kalau rezeki emang nggak kemana emang, selain apes dan galau, untungnya juga bisa  senang – senang dengan topik saya ini. Berhubung TA saya berkisaran dengan nyamuk dimana harus menguji aktivitas sediaan yang saya bikin, maka berangkatlah saya dan dua orang teman saya menuju Pangandaran (yang sebelumnya belum pernah saya kunjungi). Dianter langsung sama dosen pembimbing tentunya. Untuk yang satu ini, memang banyak teman – teman lain yang cukup iri. Selain bisa jalan-jalan, juga soal ditraktir dosennya. Iya. ditraktir dosen. Mulai dari penginapan waktu di Pantai Pangandarannya, Makan seafoodnya, sampai dengan Uji Aktivitas yang saya TA kan itu. Sungguh bersyukur kali ini. Ditambah lagi, jalan – jalan kali ini, setidaknya membuat relasi antara saya (dan dua teman saya yang beruntung itu) dan dosen pembimbing saya menjadi lebih lentur.

Gimana di Pangandarannya? Begini…

 Ki – ka : Uthe, Saya, Bu Erna, Pak Asep (Dosen Pembimbing) *Profesor looh*, Elis

Saya *narsis sedikit*
Ki - ka : Elis, Uthe, Rini santai kayak di pantai
Senang - senanggg
elis dan rini "enjoying the time"

Yah… Taugas Akhir saya kali ini selain juga “menyiksa” tapi juga “menyenangkan”

Semoga ke depannya lancar!

Semangat juga buat semua mahasiswa tingkat akhir yang masih, sedang, dan akan terus berjuang!
nb: buat teman-teman ITB07 yang mengejar oktober, ayo! Oktober sampai Mampus (Octopus) Semangat dan sukses!

Advertisements

3 thoughts on “Tentang Tugas Akhir (saya)

    1. yaaahh…padahal rini tidak bermaksud blog rini dibaco frezy.masih newbie.hahaha
      *tapi iyo tau zy…TA rini tu emang full jalan2 gratis*

      mental jiper? -_-”
      itu loh zy.kalau sdg maraso sangat bodoh.apo yo istilahnyo….oh iyo DEPRESI.
      soalnya pas TA tu rini karajo di ruangan anak fast track samo anak S2. bahasannyo mambuek rini maraso tidak memiliki ilmu apa-apa tentang TA zy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s